Songs Describe About Me

January 5th, 2007 by daneff

1.Am I male or female?
- Mr. Man - Alicia Keys ft Jimmy Cozier

2.How old Am I?
- Twentysumthin’ - Jamie Cullum

3.Where was I born?
- Streets of Philadelphia
– Bruce Sprigsteen

 4.
Where do I live?
- Home – Michael Buble

5.Describe myself:
- Invisible Man – 98 Degrees

6.How do some people feel about me?
- Cool – Gwen Stefani

7.How do I feel right now?
- Feel Good Inc. - Gorillaz

8.What do I feel about myself :
- More Than Words - Extreme

9.Words for my Girlfriend:
- Nothing’s Gonna Change My Love For You – George benson

10.Words for my ex Girlfriend:
- I Will Survive – Gloria Gaynor

11.Words for someone that I like right now :
- Are you Gonna be My Girl - Jet

12.Words for someone that I hate :
- Don’t speak – No Doubt

13.My favorite word(s) for my life :
- Viva Forever – Spice Girl

14.My favorite word(s) about this life :
- Life is a Roller Coaster – Ronan Keating

15.My favorite word(s) for my soulmate :
- I’ve Been Waiting For You – Guys Next Door

16.Describe what I want to be :
- Better Man – Robbie Williams

17.Describe how I live :
- Unbelievable – Craig David

18.Describe how I love someone :
- Until The Time is Through – Five

 19.
Something I always dream of:
- Dance With My Father – Luther Vandross

 20.
Something I’d like to see:
- My Boo – Usher feat. Alicia Keys

 21.
Something I’d like to hear:
- Song For Mama – Boyz II Men

 22.
Something I’d like to read:
- Postcards From Heaven – Lighthouse Family

22.Share a few words of wisdom:
- Love is All Around – Wet Wet Wet

 

Ketika Jatuh Cinta dan Tak Lagi Mencintai

December 15th, 2006 by daneff

“Ibu X
sudah meninggal beberapa pekan lalu!”
demikian berita yang saya terima, kemarin saat saya pulang kampung yang
kesekian kali.

“Oh, Innalillaahi wa inna ilaihi raji’un. Sakit
apa, Bu?” tanya saya berbasa-basi.

”Iya. Sakit karena ditinggal pacarnya meninggal kali.”

Jawaban  sambil lalu itu tak lagi saya timpali dengan basa-basi, namun
penuh keterkejutan.

 

Bagaimana mungkin? Setahu saya Ibu X adalah
seorang pegawai baik-baik dengan kedudukan lumayan di sebuah instansi dan sudah
berkeluarga. Bahkan anak-anaknya telah beranjak dewasa. Ketika hal itu saya
konfirmasikan kepada si pembawa berita, jawaban yang ada malah lebih mengejutkan:
orang dewasa dan telah menikah yang pacaran lagi dengan orang lain di kampung
kami bukan cuma satu. Banyak! bahkan diketahui oleh masyarakat umum, tanpa sembunyi-sembunyi.
Duh! Pulang kampong memang selalu menyisakan pelajaran dan kisah berhikmah bagi
saya.

 

Dulu saya mengira, seorang yang telah menikah
tak akan pernah jatuh cinta lagi, karena dia telah menemukan belahan jiwanya. Sesuatu
yang kadang sering saya ucapkan saat bercanda dengan teman-teman: Saya ingin segera
menikah biar tak usah terlibat dalam permasalahn yang itu-itu saja: jatuh cinta
melulu. Tapi benarkah demikian? Ternyata tidak. Cinta itu, muncul dan tumbuh tak
kenal waktu, tak kenal usia. Cinta adalah sebuah emosi jiwa yang dapat datang
dan pergi kapan saja, pada para lajang maupun yang telah menikah. Cinta adalah
sebentuk rasa yang menjadi hak setiap manusia, remaja, dewasa atau bahkan para
lanjut usia. Cinta bisa menghinggapi siapa saja terhadap siapa saja yang lain,
karena alasan apa saja, sebagaimana cinta juga dapat menghilang dari satu hati terhadap
hati yang lain, termasuk terhadap diri pasangan resmi.

 

Dan kasus jatuh cinta lagi pada orang lain maupun
tidak mencintai lagi suami/istri, begitu banyak menyebabkan perselingkuhan dan
perceraian di sekeliling kita. Bahkan seakan-akan telah menjadi fenomena. Apa
yang terjadi di kalangan selebritis menjadi contoh terbanyak yang kita lihat
dan dengar hampir tiap hari saat ini. Bahkan mungkin, salah satu dari kita
mungkin mengalaminya. Sungguh betapa memiriskan dan memedihkan.  Mestikah seperti itu? Begitu berulang kali
hati saya bertanya. Mestikah setiap cinta yang hadir untuk orang lain di
kemudian hari diikuti dan dipenuhi, sedang seseorang telah terikat dalam sebuah
pernikahan? Sebagaimana pertanyaan lain yang tak pula lekang dari benak saya:
haruskah pula suami istri yang tak lagi saling cinta berakhir dalam perceraian?
Betapa ingin saya membagi kepada semua manusia, sungguh telah pernah ada
teladan indah dari masa
sahabat dan tabi’in tentang kedua hal ini.

 

Teladan indah yang tercatat dalam sejarah dari
seorang Kakek dan cucunya. Dua Umar yang mulia, Khalifah Ummat Islam di
jamannya. Yang pertama tercatat sebagai penggal kebijakan Umar bin Khaththab,
sang Khalifah perkasa.


Suatu hari, seorang sahabat mengadu, bahwa ia tak lagi mencintai istrinya, dan
ingin menceraikannya. Maka keluarlah kata-kata bijaksana dari Umar: “Jika cinta
tak lagi ada, tak cukupkah tanggung jawab sebagai pengikatnya?” Tanggung jawab. Komitmen.
Kesadaran akan qaulan syadiidan yang pernah terucap. Komitmen dan tanggung
jawab atas mitsaqan ghalidza yang telah diakadkan.

 

Sedang Umar kedua adalah Umar bin Abdul Aziz,
sang cucu yang disebut sebagai salah satu khalifah ummat islam terbaik pasca khulafa’urrasyidin.
Tersebutlah, Umar bin Abdul Aziz, mencintai seorang gadis yang juga mencintainya.
Semestinya, pada ketika itu, tak ada halangan bagi Umar untuk menikahi si
gadis. Sebelum diangkat menjadi khalifah, Umar tidak menikahi gadis itu karena
istrinya tercinta, tidak mengijinkannya. Ketika telah menjadi khalifah, Sang
Istri dengan lapang berubah pikiran dan malah dengan lapang memberikan usul
agar Umar menikahi gadis itu. Namun tidak, Umar tidak melakukannya. Ia, yang
berkomitmen mengabdikan sisa hidupnya bagi Allah dan  ummat yang dipimpinnya,
memilih untuk tidak mengikuti gelora hatinya. Ia malah menikahkan gadis yang
dicintainya dengan pemuda lain, dan tidak pernah mengusiknya sama sekali.
Apakah Umar tidak mencintai gadis itu lagi? Bukan, bukan itu. Tertulis indah
dalam sejarah, dialog antara Umar dengan sang gadis.

“Apakah engkau tak lagi mencintaiku, Umar?”
tanya sang
gadis.

“Aku sangat mencintaimu, bahkan cinta itu kini
jauh
lebih dalam.” Jawab Umar penuh kesungguhan.

Namun hanya berhenti sampai di situ. Tak lebih.
Cinta itu tetap mengalun, tanpa harus menerjang pagar yang digariskan Allah dan
RasulNya pun tak perlu menyakiti
hati seseorang.

      Ah! Jatuh cinta
lagi, memang manusiawi. Sebagaimana tak lagi mencintai juga manusiawi. Namun
sesuatu yang manusiawi itu tak berarti lantas mendapatkan pembenaran untuk
diikuti, pun juga tak bijak diharamkan keberadaannya. Teladan dari kedua Umar barangkali
menjadi sebuah jalan untuk tetap dipertengahan: indah, tenang, damai dan
insyaAllah diridhoi.

Telur Atau Ayam dalam Poligami

December 13th, 2006 by daneff

Kemarin saya sedang menyelesaikan pekerjaan saya sambil mendengarkan MP3 di laptop. Waaahhh…. serasa di dunia sendiri. Tidak perduli dengan sekitar. Namun suara MP3 yang sudah saya naikkan hampir lebih dari 50% kapasitas suara laptop saya dikalahkan oleh suara perdebatan 2 orang klien saya ; seorang staff accounting (pria) dan manajernya (wanita). Perhatian saya pun menjadi teralihkan dari working paper yang sepertinya tidak pernah selesai ke masalah perdebatan tersebut. Ternyata perdebatan 2 kelamin tersebut sama saja perdebatan mengenai mana yang duluan… telur atau ayam (baca: tidak akan ketemu penyelesaian - red)… yaitu masalah poligami.

Saya jadi teringat dengan seorang ustadz yang cukup terkenal menjadi gunjingan banyak ibu- ibu karena berpoligami. Yaaahhh… mungkin ibu- ibu tersebut ilmu agamanya lebih hebat dari pada ustadz tersebut… buktinya menggunjing dan ingin ikut campur masalah rumah tangga orang. Mereka kemudian menuntut untuk dibuatnya undang- undang poligami. Heran saya… bukannya Allah telah menjanjikan surga bagi mereka para istri yang rela dipoligami dengan ikhlas oleh suaminya….??? Memang sih saya tidak menyalahkan para ibu- ibu tersebut… yaaahhh wanita kan lebih suka diracun daripada dimadu…!!!

Tapi menurut saya sebenarnya masalah poligami tersebut jangan dipermasalahkan dari urusan memiliki istri lebih dari satunya. Tapi harus dilihat dari laki- lakinya. Kalau memang dia mampu untuk berbuat adil kepada semua istrinya (baik dari harta, waktu, perhatian, maupun perasaan). Dan kalau si suami bisa membimbing semua istrinya tersebut ke jalan yang benar (yang saya yakin sekali ustadz tersebut bisa) barulah si laki- laki tersebut boleh berpoligami.

Untuk PP Poligami sebenarnya salah kalau dilarang adanya berpoligami. Kalau begitu berarti si pembuat Peraturan tersebut merasa lebih jago dan lebih tau daripada Si Pembuat Al- Qur’an. Seharusnya yang kalau ada yang mau berpoligami, mereka harus mendatakan diri kepada Departemen Agama misalnya. Dan harus dilihat dulu apakah mereka bisa memenuhi syarat- syarat berpoligami dan apakah alasan mereka berpoligami. Termasuk kesetujuan dari istrinya. Barulah mereka diperbolehkan untuk berpoligami. Kalau misalnya istri pertama keberatan dan ternyata penghasilan atau waktu yang dipunya tidak mencukupi untuk berpoligami… wassalam lah… satu aja mas istrinya, jangan dua. Apalagi kalau si suami akhlak dan ilmu agamanya gak bagus…!!!! Menurut saya daripada ngurusin dibuat PP poligami lebih baik dibuat PP Pergaulan Bebas, PP Kumpul Kebo, PP Check in sama pacar, PP Check in dengan perek, PP Check in bukan dengan suami/istri. Kan itu jelas- jelas dosa… malahan ada beberapa oknum yang menjadi beking-an para pengusaha syahwat…. kalau perbuatan- perbuatan zina tersebut ditindak tegas insya4JJI yang buat PP pasti dapet pahala deh…

Memang sih Undang- Undang itu harus dibuat jangan dengan emosi. Tapi juga dengan logika dan ilmu yang mantabh. Keluar jalur topik…. saya juga jadi ingat para orang tua yang tidak bisa menjaga dan mengontrol anaknya. Gagal mendidik anaknya tapi malah menyalahkan pertelivisian dan meniadakan acara Smackdown…. bu… pak…. sekalian aja acara sergap dan patroli ditiadakan…. kok sibuk kerja dan gak bisa ngontrol anak malah nyalahin televisi… padahal acara smackdown sudah dimundur sampai lewat jam tidur anak…. kalau anaknya yang masih bangun jam 12 siapa yang salah…??? Atau kalau tidak mengontrol uang jajan anak sehingga anaknya beli VCD dan gim PS Smackdown… siapa yang salah….???

Setelah banyak pikiran- pikiran tersebut kemudian saya langsung mengenakan earphone lagi dan mengerjakan workingpaper karena manajer saya sudah ngomel- ngomel untuk dikirimkan workingpapernya. Daripada ngurusin mana yang duluan….. TELUR ATAU AYAM….!!!!

Minal Aidin Wal Faidzin

October 26th, 2006 by daneff

Lebaran Nih… Lebaran….!!! Hahahaha… Akhirnya sampe juga yah kita di hari suci ini… Saya bingung… pas mau Lebaran mall- mall pada makin rame… mau cari parkir di mall aja busseeettt…. susah banget… ini biasanya sih dialamin sekitar semingguan menjelang lebaran yah… tapi anehnya kalo ke mesjid pasti dapet tuh shaf- shaf di depan buat Sholat Tarawih… kebalikan dari mall tuh kalo mesjid menjelang Lebaran makin sepi… tapi kalo awal- awal Puasa… wiidiiihhh… rame coy…!!!

30 hari yah kita puasa… 30 hari juga kita diwajibkan untuk mengerti makna dari puasa… yaitu untuk bisa bersyukur dengan pemberian 4JJI dan juga bisa perduli dengan sesama… saya cukup senang karena semakin banyak orang yang sangat mensyukuri rejeki yang diberikan dari Sang Maha Pemurah… karena pada saat Puasa restoran- restoran mewah dan mahal pasti sudah Full- Booked buat jam buka puasa… dan toko- toko baju di ITC dan Mall juga sumpek dengan para pembeli yang bergumpalan memilih baju baru bagus…. Umat- umat-Nya pandai mensyukuri nikmat rizki yang diberikan dengan menemukan lebih dari 1001 cara untuk menghabiskan rizki dan THR yang didapat… kalau untuk keperdulian akan sesama… mmmm… yaaahhh… minimal panitia zakat fitrah mesjid gak nganggur- nganggur banget…

Ketika menjelang Lebaran… orang- orang sibuk dengan mempercantik diri, rumah, mobil, mudah- mudahan sih akhlak dan jiwanya juga sudah cantik jadi mereka bisa mencari hal lain untk dipercantik…

Ada juga sih beberapa pihak yang saya bingung sebenarnya mereka mita sumbanga atau iuran… karena sumbangan yang diminta sudah ditetapkan jumlahnya. Yang aneh lagi pada saat saya ke mesjid… saya mendengar pengumuman seperti: "Sumbangan berupa uang sejumlah Rp. 1.000.000,- telah diberikan oleh Bapak X…" ….???????? Whhhaaattt…..???? saya bingung… kok nyumbang namanya minta disebut yah….??? tapi untuk sumbangan yang cuma 5.000 atau 10.000 biasanya cuma dicantumkan dari HAMBA ALLAH….

Tapi gak papalah…. intinya dari Blog ini saya ingin mengucapkan

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Shiyamana Wa Shiyakum. Minal Aidin Wal Faidzin.

Mohon untuk dibukakan pintu maaf yang sebesar- besarnya… Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H.

Summer… Summer…

August 25th, 2006 by daneff

musim panas… musim panas…
apa yah yang kita selalu ingat dengan kata- kata itu…???
liburan…??? pantai…??? bali…???
mungkin sih….

tapi bagi saya yang musim panas adalah saat di mana saya akan dimanjakan oleh film- film hollywood unggulan para studio pembuatnya… atau biasa disebut dengan…

SUMMER MOVIES

untuk tahun ini sebenarnya cukup dimanjakan juga sih dengan cerita- cerita tentang bajak laut yang bayar utang, pahlawan super yang pakai kolor di luar, pasangan polisi beda ras, mutan- mutan yang keluarnya segrombolan… (sampe susah ngapal namanya), seorang simbolog yang menangani kasus yang (mungkin sampai sekarang) masih menghebohkan dunia…., film ketiga dari agen yang harusnya filmya tentang kerja kelompok tapi hanya mengedepankan satu orang, mobil- mobil dan hewan- hewan yang bisa ngomong

tapi cukup disayangkan juga… Hollywood yang dikenal kreatif... ternyata sudah tidak bisa lagi menyuguhkan film- film unggulannya dengan yang lebih fresh…. kita hanya diberikan film- film yang merupakan adaptasi (baik dari komik, novel maupun dari TV series) kalo gak… sekuel atau prekuel….

untuk adaptasi mungkin judul- judul seperti The Da Vinci Code (novel), Miami Vice, M:I3 (TV Series), Over The Hedge (comic strip) bisa mewakilkan…
Kalau dari komik… hampir semuanya merupakan sekuel atau prekuel dari film- film lama juga… (X-Men 3, Superman Returns)… dan mungkin ada yang adaptasinya agak janggal… karena berdasarkan dari wahana di Disneyland (Pirates of The Carribbean: Dead Men’s Chest…. kira- kira bakal ada gak yah yang bakal bikin film Balada Kera: The Movie….???)

tetapi saya tidak berkata semua summer movies itu tidak fresh sih…. kita harus bersyukur karena ada judul- judul seperti Cars dan Lady in The Water yaaa… setahu saya sih film- film tersebut tidak diadaptasi dan bukan merupakan sekuel dan prekuel juga yah….

mungkin saja tahun depan akan dipenuhi dengan summer movies yang akan lebih fresh…. yang bisa memberi warna diantara serbuan Spider-Man 3, Transformers, Fantastic Four: Rise Of The Silver Surfer, Evan Almighty, Ocean’s 13, The Simpsons Movie, Harry Potter and The Order of Phoenix, The Bourne Ultimatum, Live Free or Die Hard, Pirates of the Carribbean: World’s End, Shrek The Third, dsb.

we’ll see in the next year…!!!!!

L.O.V.E

August 24th, 2006 by daneff

CINTA….
terkadang kita bingung apakah itu cinta
terkadang kita tidak begitu yakin apakah itu cinta

CINTA…
kita sering dibuat tertawa olehnya
kita pun sering dibuat sedih olehnya
tak jarang pula kita dibuat marah dan kesal olehnya

CINTA…
dia bisa menjadi proses untuk mendewasakan kita
apabila proses itu gagal, terkadang kita menjadi anak- anak

CINTA…
kita pasti akan melaluinya
di samping kelahiran dan kematian

CINTA…
dia mempunyai kekuatan untuk membuat kita untuk hidup selamanya
dia pun memiliki kekuatan untuk kita memohon akhir dari kehidupan

CINTA…
aku merasa hanya kaulah yang kutunggu dan pantas kucintai
meskipun telah banyak cinta yang kulalui
meskipun telah banyak wanita yang kutemui
tapi kubelum sadar siapakah dirimu sebenarnya
yang telah diciptakan oleh Tuhan hanya untukku

CINTA…
aku akan selalu mencintaimu cinta, walaupun aku belum bertemu denganmu
aku tidak akan pernah meninggalkanmu
kalaupun aku harus meninggalkanmu, itu pasti pada saat detakan jantung terakhirku

AKU CINTA KAMU